Rabu, 02 Juni 2010

TAT ( Thematic Apperception Test )

TAT ( Thematic Apperception Test ) pertama kali di kembangkan oleh Henry Murray dan stafnya di Harvard Psyhcological Clinic,TAT belum digunakan secara luas dalam praktek dan penelitian klinis,tetapi telah berfungsi sebagai model bagi pengembangan banyak instrument lainnya.

Materi – materi TAT terdiri dari 19 kartu yang memuat gambar – gambar kabur dalam warna hitam dan putih serta satu kartu kosong. Responden diminta untuk mengarang cerita yang sesuai dengan tiap gambar, menceritakan apa yang mengarah pada peristiwa sebagaimana tergambar dalam gambar itu, mendeskripsikan apa yang terjadi pada waktu itu, dan apa yang dirasakan serta dipikirkan oleh karakter dalam gambar lalu memberikan hasilnya. Dalam kartu yang kosong, responden diminta untuk membayangkan gambar – gambar tertentu pada kartu itu. Prosedur asli yang digariskan oleh Murray dalam paduan tes membutuhkan dua sesi satu jam, 10 kartu digunakan selama tiap sesi. Kartu – kartu yang disimpan untuk sesi kedua secra sengaja dipilih yang lebih tidak lazim, dramatis, dan aneh serta instruksi yang menyertainya mendorong responden untuk memberikan kesempatan bermain yang bebas pada imajinasi mereka. Empat rangkaian dari 20 kartu yang tumpang tindih disediakan – untuk anak laki – laki, perempuan, pria, berusia di atas 14 tahun, dan wanita berusia di atas 14 tahun. Kebanyakan ahli klinis menggunakan rangkaian singkat dari kartu – kartu yang dipilih secara khusus, dan jarang memberikan lebih dari pada 10 kartu pada satu responden.

TAT digunakan secara luas dalam penelitian kepribadian. Banyak data eksperimental tersedia untuk menunjukkan bahwa kondisi – kondisi seperti misalnya rasa lapar, kurang tidur, dan frustasi social sangat mempengaruhi respon TAT.

Meskipun begitu, nilai teknik appersepsi tematik pada umumnya dan pada TAT khusunya, tidak di pertanyakan. Penelitian belakangan ini memperkuat manfaat klinis dari berbagai versi TAT baik untuk aplikasi tradisional, seperti misalnya menilai lingkup psikopatologi dan penggunaan mekanisme pertahanan diri, maupun untuk penggunaan – pengunaan baru seperti misalnya evaluasi atas ketrampilan pemecahan masalah. Salah satu aplikasi TAT yang paling menjanjikan adalah dengan skala – skala yang baru dikembangkan untuk penilaian klinis atas hubungan – hubungan obyek. Kegunaan TAT juga tidak terbatas pada analisis tematis atas respon – respon. Ciri – ciri formal dari struktur dan isi cerita – cerita TAT juga bisa digunakan dalam studi atas individu dan kelompok.

0 komentar:

Poskan Komentar