Sabtu, 22 Mei 2010

Gangguan Komunikasi Salah satu simtom dari ASDs (autism spectrum disorders)

• Tidak mampu sama sekali atau terlambat dalam perkembangan berbahasa (kecuali adanya hambatan lain yang harus menggunakan bahasa isyarat atau mimik)

• Kesulitan dalam berbicara atau kesulitan untuk mengerti pembicaraan orang lain

• Suka mengulang suatu kata atau idiom tertentu

• Tidak variatif, tidak spontan dan kesulitan untuk mengerti atau bermain pura-pura


Sangat sedikit gangguan ASDs mampu berbahasa verbal dengan baik, beberapa diantaranya justru tidak berkemampuan untuk berbahasa atau mempunyai keterbatasan dan sedikit ketertarikan untuk berkomunikasi. Sekitar 40% anak dengan gangguan ASDs tidak mampu berbicara samasekali dan sekitar 25%-30% balita autisme hanya menguasai beberapa kata saja saat berusia 12-18 bulan yang kemudian kemampuan tersebut menghilang begitu saja. Selebihnya kemampuan tersebut dicapai dimasa anak-anak.


Dalam berbicara individu dengan ASDs kurang mampu dalam mengkombinasikan beberapa kata dalam satu kalimat, sehingga mereka cenderung hanya menggunakan satu kata atau beberapa kata saja. Beberapa diantaranya juga acap mengulang kata-kata sama berulang-ulang atau mengulang kembali pertanyaan yang diajukan sebagai jawaban. Kondisi ini disebut dengan echolalia.


Anak dengan ASDs sulit mengerti perintah isyarat, bahasa tubuh, atau suara tertentu. Misalnya saja, sulit mengerti arti lambaian tangan atau ekspresi wajah. Beberapa kasus anak autisme kadang tidak cocok dalam mengekspresikan emosi dengan perkataan, misalnya saja ia mengatakan bahwa dirinya dalam kesedihan akan tetapi ia tersenyum.


Anak autsme sulit diajak bercanda atau berpura-pura, kadang ia tidak merespon samasekali dengan permainan, misalnya balita autis tidak merespon permainan “ciluk ba“. Anak normal berbalik arah memeluk ibunya ketika diajak bermain “ciluk ba”.

Sumber : http://www.pikirdong.org/psikologi/psi54aut.php

0 komentar:

Posting Komentar