Rabu, 23 Februari 2011

Hubungan statistika dalam psikologi

Statistik memegang peranan yang penting dalam bidang psikologi. Terutama dalam penelitian-penelitian dalam psikologi, baik dalam penyusunan model, perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat dan instrumen pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalam penentuan sampel dan dalam analisa data. Dalam banyak hal, pengolahan dan analisa data tidak luput dari penerapan teknik dan metode statistik tertentu, yang mana kehadirannya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskan hubungan-hubungan yang terjadi. Statistik dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah hubungan kausalitas antara dua atau lebih variabel benar-benar terkait secara benar dalam suatu kausalitas empiris ataukah hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja.

Statistik telah memberikan teknik-teknik sederhana dalam mengklasifikasikan data serta dalam menyajikan data secara lebih mudah, sehingga data tersebut dapat dimengerti secara lebih mudah. Statistik telah dapat menyajikan suatu ukuran yang dapat mensifatkan populasi ataupun menyatakan variasinya, dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang kecenderungan tengah-tengah dari variabel.

Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan yang diperoleh benar-benarberbeda secara signifikan. Apakah kesimpulan yang diambil cukup refresentatif untuk memberikan infrensi terhadap populasi tertentu.

Selasa, 22 Februari 2011

lingkungan yang menghasilkan tingkah laku

Gotong royong kebersihan lingkungan dapat terjaga dengan lingkungan yang bersih
[ 19-11-2010 | 58 pembaca ]


Dalam rangka mewujudkan Denpasar clean and green (Denpasar bersih dan hijau), menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, diharapkan bukan hanya keterlibatan pemerintah saja dalam menjaga kebersihan lingkungan melainkan juga masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Drs I Made Mudra,M.Si saat menghadiri kegiatan gotong royong sebagai Bapak Angkat Kelurahan Dauh Puri , Kecamatan Denpasar Barat, Jumat (19/11). disekitar komplek pertokoan jalan Diponegoro.

Dalam kesempatan tersebut, acara gotong royong juga dihadiri oleh Lurah dan masyarakat sekitar Kelurahan Dauh Puri. Persoalan kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan juga masyarakat. Untuk itu sangat diharapkan kepada masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan sehingga menjadi lebih bersih dan indah. Seperti yang dilaksanakan oleh warga Kelurahan Dauh Puri kali ini melalui kegiatan gotong royong. Kelurahan Dauh Puri bersinergi bersama Pemerintah menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kegiatan gotong royong diperkotaan khususnya yang sempat mati, sekarang perlu dibangkitkan kembali guna mencegah penyakit-penyakit menular. Melestarikan lingkungan harus dimulai dari tingkat yang terkecil yaitu lingkungan terdekat atau lingkungan tempat tinggal. Kecintaan terhadap lingkungan yang ditandai dari terjaganya kebersihan lingkungan masing-masing akan membawa dampak sangat besar terhadap keberlangsungan hidup generasi kita.

Kegiatan ini dilaksanakan guna menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti banjir dan merabahnya penyakit seperti demam berdarah. Melalui kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan dapat terjaga, dengan lingkungan yang bersih dan sehat dapat kita raih bersama-sama warga sekitar. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, Denpasar clean and green segera terwujud dengan melakukan berbagai gerakan kebersihan.


dari contoh kasus diatas, menurut Schoggen (1989) ia mengembangkan teori behaviour setting dari Roger R.Barker yang terkenal. inti teori itu adalah bahwa manusia berperilaku sesuai dengan setting (tatanan) lingkungan. penelitian Barker mengenai behaviour setting disebuah kota di midwest, dilengkapi dengan hasil-hasil penelitian diberbagai setting lain. hasilnya adalah bahwa teori behaviour setting berkait dengan berbagai konsep dalam ilmu-ilmu sosial, lingkungan, dan perilaku.

Sumber :

http://www.denpasarkota.go.id/instansi/?cid==IzN&s=i_berita&id=3244

Jumat, 29 Oktober 2010

Prestasi dalam kelompok belajar

TUGAS PSIKOLOGI KELOMPOK

MAKALAH PRESTASI BELAJAR DALAM KELOMPOK


3PA05



NAMA KELOMPOK


MIA PUTRI WULANDINI 10508137

MIKHAEL ANGELO STEVANO 10508140

PUTRI KUMALA DEWI 10508176

TANTI NURINDAHSARI 10508222

YUSLIAH ASANI 10508248




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................3

BAB 1...................................................................................4

LATAR BELAKANG............................................................4

BAB 2....................................................................................5

PEMBAHASAN.....................................................................5

DAFTAR PUSTAKA.............................................................7


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas ini.

Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna baik dalam penulisan maupun pembuatan program, karena keterbatasan kemampuan penulis. Namun demikian diharapkan agar tugas makalah ini dapat bermanfaat.

Oleh karena itu kami sangat menghargai kritik maupun saran yang berguna bagi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Prestasi merupakan suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan.

Menurut Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”.

Prestasi yang diraih bukan semata-mata hanya dapat dicapai pada setiap individu saja, tetapi dapat juga diraih atau dicapai oleh para kelompok yang biasa dinamakan prestasi dalam kelompok, contohnya : prestasi kelompok dalam belajar, prestasi kelompok dalam olahraga, dll.

Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar ialah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai. Sedangkan prestasi belajar hasil usaha belajar yang berupa nilai-nilai sebagai ukuran kecakapan dari usaha belajar yang telah dicapai seseorang, prestasi belajar ditunjukan dengan jumlah nilai raport atau test nilai sumatif.

Didalam prestasi belajar memiliki beberapa faktor untuk mencapai atau meraih prestasi tersebut bahwa pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu dan faktor yang berasal dari luar diri individu. Kedua faktor ini akan saling mendukung dan saling berinteraksi sehingga membuahkan sebuah hasil belajar.

BAB II

PEMBAHASAN

Dalam jurnal ini, kami menarik kesimpulan bahwa prestasi belajar di dalam dan di luar negeri itu memiliki banyak perbedaan. Proses belajar di dalam negeri, prestasi belajar dilihat melalui perbandingan antar satu kelompok dengan kelompok yang lain namun dalam satu wilayah, sedangkan proses belajar di luar negeri, prestasi belajar dilihat melalui perbandingan kelompok antar wilayah. Proses belajar di luar negeri, prestasi siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : faktor lingkungan, orang tua dan ekonomi, sedangkan di dalam negeri prestasi siswa ditentukan dengan menggunakan metode latihan. Dimana setiap siswa, sebelumnya telah diberikan test terlebih dahulu untuk menentukan metode apa yang baik digunakan untuk menentukan prestasi belajar mereka. Adapun metodenya yaitu Metode Latihan dan Metode Ceramah. Dan yang paling menentukan prsetasi belajar siswa di dalam negeri adalah dengan menggunakan Metode Latihan. Di luar negeri, faktor budaya juga dianggap berperan penting dalam menentukan prestasi belajar siswa. Bisa di lihat dari contohnya, antara imigran Asia dengan imigran Hispanik. Imigran Asia lebih berkompeten dibanding imigran Hispanik karena Imigran asia lebih didorong oleh kebutuhan sosial- ekonomi dan faktor akulturasi orang tua. Di luar negeri juga menekankan pengalaman awal sekolah sangat penting dalam mempengaruhi masa depan sekolah. Anak usia dini imigran adalah sensitif dipengaruhi berbagai faktor yang terjadi di masyarakat, individu, keluarga dan konteks sosial. Untuk memahami prestasi sekolah anak-anak muda imigran, maka perlu untuk mengidenfikasi prediktor ganda dan indikator yang mungkin mempengaruhi prestasi sekolah mereka. Untuk memahami adaptasi kelompok etnis, terdapat empat jenis akulturasi dan pelestarian etnis - sejauh mana orang menguasai budaya lokal dan / atau tetap dalam budaya etnis. Kekuatan dari ikatan dengan budaya asal dan dengan hasil budaya dominan dalam empat kelompok: 1) Dwibudaya - mampu berfungsi sebagai kompeten dalam budaya yang dominan seperti pada mereka sendiri sambil berpegangan pada manifestasi budaya mereka sendiri; 2) Tradisional - berpegang pada mayoritas sifat budaya dari budaya asal dan menolak banyak ciri dari budaya dominan; 3) terakulturasi - memiliki ciri-ciri yang paling menyerah budaya dari budaya asal dan ciri-ciri diasumsikan budaya dominan; dan 4) Marjinal - tidak sama sekali kemudahan dalam budaya asal atau minimal menjadi bagian dari budaya yang dominan. Di dalam negeri, konformitas kelompok sebaya pada remaja bisa berpengaruh pada motivasi berprestasi, adapun pengaruhnya seperti bila remaja yang konform terhadap kelompok sebaya yang senang belajar, maka remaja akan terpengaruh untuk senang belajar juga sama dengan kelompoknya dan dapat memotivasi remaja untuk berprestasi.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.accessmylibrary.com/article-1G1-197989597/predictors-immigrant-children-school.html

http://www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_10505007.pdf

http://guruvalah.20m.com/perbedaan_prestasi.pdf

http://belajarpsikologi.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/

Rabu, 06 Oktober 2010

Basket SMA YPI 45 Bekasi

Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yg berkerjasama antara dua orang atau lebih yang disusun dalam kelompok-kelompok, untuk mencapai tujuan bersama.

Di dalam kumpulan itu, juga mencakup kegiatan yang sama-sama mempunyai visi dan misi yang sama, Adanya kerja sama, dan adanya keterikatan tata tertib yang harus ditaati.

Basket adalah suatu cabang olahraga yang terdiri dari sedikitnya 5 orang di dalam satu tim tersebut. Memiliki satu tujuan yang sama, adanya kerjasama yang bagus, harus kompak dalam suatu pertandingan. Semua itu untuk satu tujuan, yaitu kemenangan dalam bertanding.

Basket SMA YPI 45 Bekasi, sangat terkenal dengan Tim Basketnya. Sering meraih juara dalam setiap kejuaraan di Bekasi. Mereka sangat gigih dan sangat kompak ketika berada di dalam lapangan. “KEBERSAMAAN” itulah motto mereka. Tidak ada senoritas diantara satu sama lain, semua sama.

Pihak sekolah pun sangat mendukung siswa-siswi yang ikut tergabung dalam ekstrakulikuler ini. Kepala sekolah dan guru-guru lainnya sering menonton langsung ketika murid-murid nya sedang bertanding. Itulah salah satu factor yang membuat Tim Basket YPI 45 semangat. Pihak sekolah sangat mendukung sekali ketika Tim Basket tersebut meminta persetujuan untuk mengadakan pertandingan antar SMP dan SMA di Sekolah.

Bekat kerjasama dan kekompakan Tim Basket, SMA YPI 45 sampai saat ini sudah mengadakan YPI CUP BASKET BALL IV, dan sekarang pun kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya.Tidak hanya dilapangan saja mereka kompak, tetapi di luar sekolah pun mereka saling akrab satu sama lain, Putra dan Putri Tim Basket SMA YPI 45.

Banyak dari mereka yang mendapatkan beasiswa untuk masuk ke universitas karena prestasi yang telah diraih.

Sampai saat ini pun Tim Basket SMA YPI 45 selalu di ingat dan di ketahui di daerah Bekasi dan sekitarnya, walaupun sudah jarang menjuarai di setiap kesempatan dalam kejuaraan, tetapi mereka masih punya satu tekad untuk membangkitkan lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Terima kasih,

Jumat, 04 Juni 2010

Pertanda disleksia pada anak usia sekolah dasar.

Kesulitan dalam berbicara :

  • Salah pelafalan kata-kata yang panjang
  • Bicara tidak lancar
  • Menggunakan kata-kata yang tidak tepat dalam berkomunikasi

Kesulitan dalam membaca:

  • Sangat lambat kemajuannya dalam ketrampilan membaca
  • Sulit menguasai / membaca kata-kata baru
  • Kesulitan melafalkan kata-kata yang baru dikenal
  • Kesulitan membaca kata-kata ”kecil” seperti: di, pada, ke
  • Kesulitan dalam mengerjakan tes pilihan ganda
  • Kesulitan menyelesaikan tes dalam waktu yang ditentukan
  • Kesulitan mengeja
  • Membaca sangat lambat dan melelahkan
  • Tulisan tangan berantakan
  • Sulit mempelajari bahasa asing (sebagai bahasa kedua)
  • Riwayat adanya disleksia pada anggota keluarga lain.
Sumber :

(Shaywitz. S. Overcoming dyslexia. Ney York: Alfred A Knopf, 2003:12-124)

Kapan deteksi dini autisme pada anak ?

Gejala autisme mulai tampak pada anak sebelum mencapai usia 3 tahun , secara umum gejala paling jelas terlihat antara umur 2 – 5 tahun. Pada beberapa kasus aneh gejala terlihat pada masa sekolah.

Berdasarkan penelitian lebih banyak didapatkan pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Beberapa tes untuk mendeteksi dini kecurigaan autisme hanya dapat dilakukan pada bayi berumur 18 bulan ke atas.

Mengenal Autisme

Banyak sekali definisi yang beredar tentang apa itu Autisme. Tetapi secara garis besar, Autisme, adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autisme Infantil.

Schizophrenia juga merupakan gangguan yang membuat seseorang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri : berbicara, tertawa, menangis, dan marah-marah sendiri.

Tetapi ada perbedaan yang jelas antara penyebab dari Autisme pada penderita Schizophrenia dan penyandang autisme infantil. Schizophrenia disebabkan oleh proses regresi karena penyakit jiwa, sedangkan pada anak-anak penyandang autisme infantil terdapat kegagalan perkembangan.

Gejala autisme infantil timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Seorang Ibu yang sangat cermat memantau perkembangan anaknya sudah akan melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia 1 tahun. Yang sangat menonjol adalah tidak adanya atau sangat kurangnya tatap mata.